Langsung ke konten utama

hakikat cinta (2)


masih tentang cinta
Sufyan ibnu 'iyainah menjelaskan "barangsiapa yang mencintai siapa yang dicintai Allah, maka dia akan mencintai apa saja  yang dicintai Allah, dan barangsiapa mencintai apa2 yang cintai Allah diapun akan cinta, akan suka dan lebih memilih kalau dia tidak dikenal oleh orang lain, dia lebih suka dirinya dalam kedudukan apa adanya, tidak merekayasa agar ia dikenal orang lain, dan kalaupun ia mjd terkenal, ia sama sekali tidak merasa bahagia, tidak merasa bangga, perasaannya biasa2 sj, tdk ada ge ER, kalaupun ada yg memuji dia tidak ada ekspresi rasa senang terhadap pujian itu, tdk pernah terusik oleh segala macam pujian mapun sebaliknya jika cacian , inilah yg akan dimiliki para aulia Allah/kekasih Allah, tidak pernah merasa takut ataupun cemas"

Sesungguhnya kekasih-kekasih Allah. Allah mencintai mereka sebagaimana mereka mencintai Allah, tidak ada rasa ketakutan dan mereka juga tidak pernah merasa sedih

Salah satu resep hidup bahagia --> tidak ada rasa takut, tdk ada rasa sedih, tidak merasa susah, tdk merasa cemas, tidak merasa sendirian, orang2 ini  yakin Allah SWT akan menyertainya, maka yakin orang2 seperti ini akan bahagia hidupnya, karena kebahagiaan tidak bisa digantungkan ke hal2 yang sifatnya konkrit

Misal jika da orang bahagia karena punya uang, kebahagiaan seperti ini sifatnya semu, karena jika uang itu tidak ada maka ia akan menjadi sedih, bahagia karena isterinya cantik, ini juga semu, nanti ketika isterinya tua, maka cinta ini akan surut bahkan hilang sama sekali
Maka kebahagiaan seorang muslim bukan diletakkan pada hal-hal yang konkrit, tapi bahagia itu didapat tidak kecuali dengan hanya mencintai Allah SWT.

Hasan al bashri menyampaikan
''Barangsiapa yang  mencintai selain Allah tidak dia nisbahkan pada Allah (tetapi diletakkan pada hal-hal yang fisik lahiriyah/duniawiyah), ini adalah karena bodohnya dia, dan karena kurangnya dia di dalam mengenali Allah SWT''

Rasul SAW juga pernah memerintahkan kita
'cintailah aku karena cinta kalian kepada Allah SWT"
Jadi mestinya ketika seorang muslim mencintai sesuatu/seseorang
"adakah cinta ini adalah refleksi dari cinta saya kepada Allah, adakah sesuatu yang bisa saya gantungkan (saya pertimbangkan) antara apa yang hendak saya cintai dengan Allah, kalau ada maka itulah yang menjadi pegangan kita untuk mencintai dia "
Insya Allah cinta seperti ini akan langgeng, tidak hanya dunia insya Allah sampai akhirat

Sehingga kita bisa mengukur hakikat rasa cinta kita pada Allah SWT, sudah benar atau belum. Rasul menyebutkannya ada 3 kemestian kemestian cinta kepada Allah

  1. Ia lebih memilih ucapan kekasihnya daripada ucapan selain kekasihnya
Dimana-mana orang akan lebih cenderung pada ucapan kekasihnya, sesalah apapun ia akan cenderung pada kekasihnya ketimbang ucapan selain kekasihnya.  Dalam konteks seorang muslim maka ucapan-ucapan Allah itu lebih ia pilih ketimbang ucapan selain Allah SWT
Hal ini tidak hanya sampai pada tingkatan menerima tapi juga mendengar
Jika ada 2 suara dari tetangga, suara musik dan suara Allah ta'ala maka yang akan masuk ketelinga ada suara2 Allah ta'ala, ayat2 suci al quran
Seolah-olah ada filter yang kemudian menutup telinga ini ketika kemudian ada suara2 yang bukan suara2 Allah SWT
Sedangkan suara2 yang bukan suara2 Allah itu hanya hanya terdengar, tapi  ia tidak dapat mendengarkan..dengan sendirinya begitu
Sehingga ucapan-ucapan yang bertentangan dengan kalamullah, suara2  ghibah, suara-suara dusta, suara yang sia-sia, dan lain sebagainya ,  tidak akan ia  pilih

  1. Lebih memilih bergaul (bermujalasah) dengan kekasihnya ketimbang bermujalasah dengan selain kekasihnya
Dalam hal ini ..maka sesungguhnya dia seorang muslim  dengan prinsip tadi, tidak pernah merasa sendirian, dia tidak pernah merasa bahwa dirinya tidak bersama yang lain, justeru sendirinya mungkin adalah pilihannya, karena justeru dengan sendirinya seorang muslim yang mencintai Allah, maka sesungguhnya ia sedang berteman, sedang berteman duduk (bermujalasah) dengan Allah. Kita melihatnya sendirian, tetapi ia merasa bahwa ia sedang bersama Allah SWT, sedang berdialog dengan Allah, sedang bermunajat, sedang mengadu, sedang berbincang-bincang  dg Allah SWT
Mana yang lebih disukai, bercengkerama atau membaca al quran? Maka yang ia pilih adalah dzikir, membaca Al Qu'ran
Oleh karena itu rasa cinta yang utuh kepada Allah akan membuat seseorang muslim tidak merasa betah duduk dalam majelis yang di majelis itu tidak diagungkan nama Allah SWT, ia ingin cepat pergi, ia ingin cepat meninggalkan majelis itu, karena perasaannya ada sesuatu yang hampa, hambar, ia ingin memuaskan semuanya itu dengan cara kembali pada Allah SWT
Oleh karena, seorang muslim dalam kesehariannya ia tidak akan pernah lepas dari bermujalasah dengan Allah SWT. Dzikir, membaca Al Quran dls. Dzikir dan mebaca al qur'an tidak pernah ia ikatkan dengan waktu, ia tidak menggantungkan untuk bermujalasah dengan waktu dan tempat, dimanapun dan kapanpun dia akan merasa bermujalasah dengan Allah.

  1. Lebih milih keridhaan kekasihnya ketimbang keridhaan selain kekasihnya
Sesalah apapun kekasihnya akan dibela ketimbang dia membela yang bukan kekasihnya meskipun yang bersangkutan benar. Maka seorang muslim ketika cinta itu diletakkan kepada Allah swt, tentu saja akan lebih memilih keridhaan kekasihnya ketimbang selainnya, dan ini berat. Ada saatnya kita memilih keridhaan Allah atau orang lain (bisa kawan, saudara, orang tua, suami/isteri), komitmen sebagai muslim akan diuji di sini.

Mudah-mudahan Allah akan mempermudah kita untuk mencintai Allah dan mencintai apa-apa yang dicintai Allah T,T

"Allahumma inni as-aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal ‘amala alladzi yubalighuni ilaa hubbika. Allahummaj’al habbaka ahabbu ilayya min nafsii wa ahlii waminal maail baarid"
(Yaa Allah... Sesungguhnya aku memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan amal yang menyampaikanku pada cinta-Mu. Yaa Allah... Jadikanlah cintaku kepada-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku dan air yang sejuk/dingin (harta).
(HR. Imam Tirmidzi)

(Aamiin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRASI DARI KISAH BOLU PISANG DAN ES KRIM PART 3

 "Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu." lapor putra sulungnya.  "Bagus dong, les dimana dia?"  "Gak les kok, Ma. Orang dia miskin kok."  "Hey, gak boleh menghina orang lain." Bu Tia melotot pada putranya.  "Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin. Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang. Kasihan banget Dika ya , Ma. Mana kalau di sekolah dia suka mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak. Malu mungkin ya, Ma." Fahri bercerita panjang lebar.  Bu Tia terdiam.  Ya Allah mengapa ia tak tahu? Selama ini, ia aktif ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu. Namun ia abai akan keadaan di sekitar.  "Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak," ucap Fachri membuyarkan lamunannya.  "Sengaja, makannya bukan gitu. Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles sela...
4 PRINSIP MEMBANGUN KELUARGA QUR'AN DARI SOSOK YANG ISTIMEWA Tak bisa tertahan lagi air mata di sudut mata ini, membaca status ustadz kami. Tentang wafatnya ayahanda beliau, ustadz kami, Ustadz Mutammimul Ula. Beliau telah menuntaskan tugasnya untuk untuk mengepalai salah satu keluarga Qur'an, keluarga dakwah, terbaik yg pernah saya temui. "Sayangi beliau yaa Rabb.. Berikanlah tempat tertinggi untuk beliau di sisi-Mu.." Saya jadi ingat video istri beliau Ustadzah Wirianingsih disini https://youtu.be/qbNBQNpRar4 , yg menceritakan apa-apa saja prinsip dasar keluarga dahsyat tersebut dapat dibangun, antara lain: Menyandarkan Diri kepada Allah Kerjasama dgn Pasangan Buat Peta Kurikulum dan Target Pendidikan Anak, lalu Evaluasi Berdoa agar Istiqomah Izin saya tuliskan disini dgn beberapa elaborasi yg saya maknai dari penjelasan beliau. Semoga tulisan sederhana ini dapat menjadi tambahan amal jariyah bagi almarhum Ustadz Tammim dan keluarga. --- PRINSIP 1 ...

Ketika Al Quran Menyentuh Hati

Seorang ulama berkata “Apabila engkau melihat pada dirimu, bahwa setiap kali engkau membaca al-Qur’an bertambah pula imanmu, maka itu salah satu tanda taufiq (dari Allah). Namun apabila engkau membaca Al Quran namun tidak berpengaruh pada dirimu, maka kamu harus segera mengobati dirimu. Aku tidak mengatakan pergilah kamu ke Rumah Sakit, untuk mendapatkan satu dosis obat, cairan, atau lainnya. Namun engkau harus terus menerus mengobati hati. Karena hati yang tidak bisa mengambil manfaat dan nasehat dari al-Qur’an, maka itu adalah hati yang keras dan sakit" And ..look the video when the #Quran goes further than just the tongue and touches to Heart. Could it touch your heart? https://t.co/t3dJcnh1jq