Langsung ke konten utama

Hal-hal yang mengotori hati  


 Bismillahirrahmanirrahim
#catatan kajian bersama Aa Gym#


Kita selalu menjaga agar baju yang kita pakai tdk kotor, agar sandal sepatu kita tidak kotor, atau motor/mobil jangan sampai kotor atau ada lecetnya
Apa yang terjadi jika setelah makan ada kotoran yang mengenai jilbab/ baju kita, dan setelah bercermin ternyata noda tersebut besar adanya. Mestinya kita akan malu jika pakaian/jilbab dg kotoran yang tampak itu tetap kita pakai betemu dengan rekan-rekan kita, kita ingin menggantinya dengan yang bersih
Begitu juga dengan kendaaraan kita jika ada lecet terserempet maka kita akan segera membawanya ke bengkel, meskipun mungkin lecet yang tidak seberapa
, tapi tidak begitu dengan hati
Kita mungkin jarang dengan begitu sungguh sungguh menjaga agar hati kita tdk kotor, agar ia tetap menjadi hati yang bersih agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kita seperti tidak menyadari ketika kita lalai dari Allah, dengan dosa berarti kita mebuat satu luka di hti yang mungkin dengan luka itu membuatnya menjadi keras. Kta merasa oke oke saja seperti tak peduli tak merasa sama sekali dengan apa yang terjadi pada hati kita
Ada 2 hal yang bisa mengotori hati

    1.       Cinta terhadap dunia

Kita sering menganggap bahwa kesuksesan itu berasal dr pangkat jabatan, kedudukan dll.
Pakai HP baru, kendaraan baru timbul sombong di hati, naik jabatan tinggi hati, punya prestasi ingin dipuji...subhanallah
Yang kita lakukan menunjukkan kita begitu tampak cinta dengan dunia ini, coba lihat dunia ini bai-baik, biasa2 saja, ga perlu kaagum, karena kedudukan i sisi Allah bukan di lihat dari kedudukan seseorang di dunia
Inna akromakum '‘indallahi atqokum (QS Al Hujurat 13)
Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah kamu yang paling bertaqwa

Sekarang, coba cek dulu, apakah kita cinta dunia ya
Mobil baru sama mobil yang lama, mana yang dipilih? Hehe pasti milih yang baru kan. Ya iya lah saya juga ^^
Kalau  mobil baru ternyata lebih baik, lebih cepat, tidak bolak balik harus service ya knp mesti pilih yang lama, sedang yang lama ternyata malah bisa2 menghabiskan banyak biaya untuk perawatan...#membeladiri.com :p
Sebenernya kalau niatnya seperti di atas gpp, asal dengan mobil baru bukan kemudian hatipun menjadi kotor jadinya. Yang mobilnya baru dan lama/bodolpun sama2 bisa sampai pada tujuan kok, yang ga punya mobilpun bisa sampai juga. Jadi ga perlu disombongkan adanya mobil baru. Yang punya mobil ga berangkat pengajian ada, yang ga punya mobil sampai di tempat pengajian paling awal, juga bisa terjadi. Kalau begini kan jadi kurang bermanfaat punya mobilnya he
Yang motornya butut ga perlu malu juga dengan keadaan motornya hingga harus disembunyikan hingga orang2 tdk tahu kalau itu adalah motrnya hehe..ini juga bisa jadi indikasi hati kita masih dihantui dunia ^^ ^
Biasa aja sama dunia, bikin kotor hati aja ^ ^, sayaaaang banget ya

Semua di dunia ini sudah ada takarannya perhitungannya masiing2. semua nikmat Allah buat kita sudah pas, tinggal kita yang diminta Allah untuk mengemasnya manis dengan sabar dan syukur kita.
Yang puya kaki kecil ukuran 36 juga ga mungkin kan iri dengan yang kakinya besar ukuran 42, atau sebaliknya he. Ga perlu iri dengn milik orng lain, semua sudah biidznilah (atas izin Allah). Kedudukan hanya sesaat, nanti juga ada saatnya resign kan. Yang perlu kita jaga adalah kedudukan kita di hadapan Allah, atau jangan2 kita ga punya kedudukana itu
Ga perlu iri dengan yang jam tangan mahal hinggga puluhan juta, toh kecepatannya juga sama *kriiik hehe
Ttg hp juga, buat apa2 HP mahal2 kalau ternyata kebutuhannya juga hanya utk nelpon, terima aja dengan layar monokrom, toh telinga juga kan kenal warna  *kriiiik lagi hehe
Intinya duni itu banyak permainanya, mempermainkan hati kita, bikin kotor hati kalau kita terjebak dengan dunia
Punya apa2 yg bagus kecendrungan bisa pamer
Okelah kalau anak kecil biasa itu mah pamer, nah kalau org tua kok pamer? Berarti dia sudah gagal jadi tua *kriiik beudt haha
         Yuk sederhanakan topeng kita, jangan cari penilaian makhluk *malah jangan pake topeng kali ya
Makhluk ga punya apa2, yg punya semua Allah
Sepanjang dunia masih menyilaukan kita,,yakinlah susah hati utk menjadi bersih
Ada org GA suka sama kita, ya biasa aja kalii
Nabi yg mulia aja ada yg a suka apalgi kita yg hina ini wkwk, mendingan kita perbaikin diri aja, mungkin a sukanya orang itu karena suatu kekurangan diri kita yang memang harus diperbaiki , husnudzon saja ya ^ ^^
Kebanyakan difikir juga buang-vuang waktu, ntar malah bisa ngotori hati juga karena timbul ketidaksenangan pada beliau yang punya masalah dengan kita^
         Berikutnya yang membuat hati kotor terkait dengan dunia ini adalah tidak menjaga pandangan!!!!!!!!
Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar sesungguhnya sangatlah mempengaruhi kondisi hati kita. Memang fitrahnya laki-laki suka pada perempuan,  perempuan juga suka pada laki-laki, sehingga mungkin ketika perasaan itu muncul pada lawan jenis, maka akan serng adanya mata yang lalai menjag pandangan ...astaghfirullahal'adzim *ngakulalai.co.id
Padahal nanti efeknya di shalat nih, shalat juga jadi nggak khusuk. Pasti
Yang laki-laki aplagi, sekarang ini bener2 ya godaan indera penglihatan banyaaak sekali, jika ingin mendapatkan manisnya man, harus dijaga itu, mata sbg karunia Allah. Sebenernya sih ga hanya laki-laki wanita juga begitu. Bissmillah saling mendoakan ya..
Agar kita bisa merasaan manisnya iman,,,manisnya iman....manisnya iman


2.       Nafsu

Nafsu pada akhirnya bisa menjerumsukan kita
Aa cerita waktu sdg ceramah di Singapura, disajikan begtu banyak makanan. Tapi karena asam urat beliau hanya memilih cumi kecil, akhirnya dimakan dan lahap keenakan, sampai akhrinya ternyata makan cumi juga pengaruh ke asam uratnya, padahal makannya banyak, sehingga sakitpun terasa sekali pada tangan beliau.
Setelah diobati dokter, dan lumayan kempes, dokterpun berpesan untuk lebih hati-hati lagi.
Kemudia Aa waktu itu diajak menembak, karena dulu dikenal bagus tembakannya di arena menembak tersebut, akhirnya niatpun bergeser. Aa ingin menunjukkan keahliannya yang dahulu, ngin mebuktikan kemampuannya. Aapun menembak, padahal saat itu tangannya masih sakit karena asam urat, tapi ia tetep ingin menembak. Akhirnya menembakpun meleset dan tanganpun asseliii tambah parah ..kata beliau, wkwkw *ups
Menderitalah karena sempet memperturutkan hawa nafsunya,=alhasil kessulitan mau ngapa2in, make baju, nglepas baju, pake sarung kesulitan semua
Ya Maha suci Allah, Maha Tahu niat yang tersembunyi ^
Semua kebaikan itu berasal dari Allah, jika kita mendapat keburukan itu datangnya dari kita sendiri
Ada pada QS An Nisa 79

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا ﴿٧٩﴾

What comes tu you of good is from Allah, but  wht coess to you of evil (O man) si from  your self. And We have sent you (O uhammad) to the people  as a messenger, and sufficient is Allah witness

Apa saja nikmat yang kau peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalam dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia, dan cukuplah Allah menjadi saksi

Ketaan pada Allah merupakan salah satu jalan untuk kita mendapatkan nikmat sedangkan kedurhakaan padaa Allah merupakan jalan yang akan mendatangkan kesengsaraan. Kedurhakaan pada Allah bisa disebabkan karena manusia tunduk atau menjadi budak hawa nafsunya

Itulah nafsu...yang pada akhirnya PASTI akan menjerumuskan kita !

Semoga kita bisa lebih berhati-hati dengan segala hal yang nantinya dapat mengotori hati. Menjaga yang dzahir dari sesuatu yang mengotori lebih mudah dibanding menjadi hati, karena hati tidak tampak, kotornya tidak terlihat langsung oleh orang lain, tpi PASTI kita orag pertama yang akan sangat merasaan akibatnya.
Maka dari itu, tak ada salahnya juga untuk tiap-tiap yang kita sendiri tak yakin mampu (termasuk menjaga hati ini) untuk melakukannya, minta saja pertolongan Allah ...tak ada salahnya bukan ;)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Cara Hidupmu, Begitulah Nanti Cara Matimu Bagaimana Kondisi Matimu, Seperti Itu Pula Kamu Dibangkitkan Dari Kuburmu

Catatan khutbah Ust Bachtiar Nasir yang saya download ini untuk saya sendiri sangat nampol , rasanya seperti ditampar oleh sebuah kebenaran. Bagaimana tidak kita sering sekali lalai bahwa kita begitu dekat dengan kematian, bagaimana jika saat itu datang dan kita berada dalam kemaksiatan, kita berada dalam ketidak taatan kita pada Allah, kita masih terbelenggu oleh kebiasaan kebiasaan kita melalaikan waktu, dalam keingkaran kita pada semua nikmatnya, nikmat kesehatan, nikmat penglihatan, nikmat – nikmatnya yang tak terbilang, astaghfirullah
Kematian itu tidak mengenal usia teman Kematian itu sama dengan rezeki, bukan dikejar, bukan dicari, kematian itu mendatangi kita
Bertaqwalah pada Allah  dengan taqwa yang sesungguhnya JANGAN SAMBIL LALU Dunia ini penuh dengan tipu daya Kalau kita tidak bersungguh sungguh menjual diri pada Allah artinya kita telah menjual diri pada sesuatu yang semu
Manusia di dunia ini pada umumnya mencari krhidupan yang semu, dan lari dari kematian Sedangkan para mujahid…

kekuatan do'a

Bissmillahirrahmanirrahim
Membaca tulisan ustad Salim membuat saya ingin menulis Beberapa waktu lalu, sy pernah menonton chatting YM Ustad Yusuf Mansur bercerita bahwa begitu besar kekuatan do'a apalagi jika ada hal-hal khusus yang menyebabkan do'anya begitu didengar Allah Saya lupa apa sudah pernah saya tulis di sini atau belum, tp tak apalah kalaupun iya, sy tulis kembali yah Cerita ustad Yusuf Mansur, ada seorang anak yang bandel hingga besarnyapun ia menjadi anak yang sulit diatur dan diarahkan. Ia jadi pemuda yang "tidak baik", hingga merampok, mencuri, minum (sebenernya sy agak lupa redaksinya, tp intinya seperti itu)..ia menjadi pemuda yang jauh dari agamanya Tapi ia memiliki seorang Ibu yang luar biasa tidak pernah lelah mendo'akan kebaikan untuk anaknya tadi. Ia berdo'a agar sang anak mendapat petunjuk, mendapat hidayah, begiiiitu berharap pada Allah agar anaknya tadi kembali pada jalan Allah padaakhirnya nanti. Tapi doa sang Ibu belum juga terkabu…