Langsung ke konten utama

Hidup ini terlalu mahal harganya

Hidup terlalu mahal untuk dibiarkan seperti air mengalir

Perjalanan hidup seseorang di suatu masa, tidak dapat menjadi ukuran bahwa ia akan menjadi seperti apa di masa yang lain
Sepotong episode hidup seseorang di suatu waktu, tak pernah menjadi ukuran bahwa ia juga akan menjadi orang yang sama dengan episode hidupnya di masa tertentu

Betapa banyak dari kita yang cenderung tidak memeriksa perjalanan hidup dan tidak merevisi hidup. Hingga hidup terus berjalan dan digerogoti usia, hingga jasad terus dimakan waktu yang tak pernah berhenti. Hingga akhirnya tak mampu lagi melakukan perubahan yang berarti karena usianya yang memang sudah selesai waktunya.

Betapa banyak dari kita yang tak peduli dengan perguliran waktu, dan membiarkan hidup ini berjalan seperti air, tanpa target, tanpa rencana, dan tanpa tujuan yang jelas. Hingga hidupnya terjebak pada situasi yang tak memungkinkan lagi "untuk merubah arah"

Betapa banyak dari kita yang membiarkan hidupnya berlalu dengan produktivitas kebaikan yang rendah, sementara orang lain telah memiliki saham kebaikan di mana-mana. Hidupnya berlalu begitu saja, dan berakhir begitu saja

Hidup harus direncanakan, diarahkan, dan dipelihara sedemikian rupa agar tujuan hidup benar-benar tercapai
Hidup harus pula direvisi, dibenahi, dirubah jika perlu dan memang harus mengalami perubahan.

Hidup terlalu mahal untuk dibiarkan seperti air mengalir.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosial media ya untuk bersosialisasi .....dong

Bismillahirrahmanirrahim Bismillahirrahmanirrahim Lama sekali nggak ngisi blog nih, mau nulis unek2 aja nih.  Hari Sabtu lalu saya pergi ke dokter gigi, klinik milik teman SMA saya namanya F, tapi saya minta ke teman saya yang lain D untuk menangani gigi saya di kliniknya F, D memang praktek di sana juga  Setelah selesai, mengobrolah saya dengan F, rumah tinggal F di lantai 2 lantai 1 digunakan sebagai klinik dental dan skin care  F ,, yang sebelumnya pernah mengajak saya untuk mengaji salafi, by phone kita ngobrol, ternyata memang sudah sering mengikuti kajian salafi dan makanya dia mengajak saya  Beberapa hal memang tidak pas dengan 'hati' saya,. , , gmn ya... Kalau kita merasa nyaman dan klik kita pasti akan mengikuti begitu saja ....hati ini berkata "Iya ini... gitu" Tapi untuk salafi contohnya, kata F .. sebenarnya Kalau kajian juga tidak boleh itu video video gambar orang, Kalau kajian juga harus hanya suara..gt katanya...yang sesuai syariat... Karena gambar ya...

INSPIRASI DARI KISAH BOLU PISANG DAN ES KRIM PART 2

 ( Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa. Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru. Jadi gak sempat kasih kabar. Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung. )  Aku langsung terduduk lemas. Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini? Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.  Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.  Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?  Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.  Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku. Lama ia menatapku iba. Kedua netranya mulai berkaca. Tak tega hati ini melihatnya. Ia hanya ingin es krim seharga 5000 ya Allah. " Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis . " Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar. Sepertinya ia pun menahan tangis.  " Kita pulang, Nak, " ...

RENCANA ALLAH SELALU LEBIH BAIK

Saat itu Halimah ditemani oleh suaminya yaitu Harits bin Abdul Uzza untuk mencari anak susuan. Dengan harapan nantinya ia akan mendapatkan upah dari orang tua anak yang disusui. Kendaraannya adalah seekor keledai yang sudah tua dan kakinya terluka, hingga lambat untuk berjalan. Disamping itu ia juga membawa unta yang kurus dan juga tua, serta beberapa kambing yang kurus dan tidak menghasilkan susu. Karena memang saat itu sedang terjadi kemarau panjang. Sesampainya di Makkah, mereka berpencar dan mencari bayi untuk disusui. Tidaklah semua orang melewati Muhammad (yang saat itu baru berusia satu pekan) kecuali mereka hanya sekedar melewati. Karena tahu bahwa Muhammad kecil adalah anak yatim, tidak punya ayah, lalu siapa yang akan membayar mereka. Begitulah yang terpikir oleh mereka. Termasuk juga Halimah yang ketika itu sudah ditawari untuk menyusui Muhammad namun ia juga menolak dan melewatinya. Waktu mulai beranjak gelap dan semua rombangan Bani Sa'ad sudah mendapatkan seorang bayi...